Senin, 31 Juli 2017

Syair Luka untuk Cinta

Dalam bayang-bayang kelabu, sinar senja mengintip dari selimut tebalnya selama ini. 
Dalam keputus asaan bisu, aku beringsut mendekati sumber cahaya. 
Ada senyuman hangat di sana menyambutku. 
Detik itu aku tahu, segala keraguan harus aku tanggalkan dari diriku sepenuhnya. 
"Kali ini aku tak boleh ragu, kali ini aku tak boleh setengah hati." aku berbisik kepada diri sendiri. 
Bersama perkataan itu, aku melihat mata cokelat lembut itu berkedip meminta senyumku.
Maka tersenyumlah aku padanya. 

Ketika menit-menit berdetak, mata itu membukakan perlahan masa depan yang ia tawarkan untukku. 
Jadi aku bergegas, walau dengan tangan bergetar dan napas tersengal-sengal, memunguti setiap serpihan--setiap inci--bagian hatiku yang hancur selama ini dan menyatukan semuanya menjadi satu bagian yang utuh lagi untuk aku tawarkan dengan bangga padanya. Semua rumput yang pernah aku injak tahu, bagaimana setiap retakan di hatiku tercipta. 
Dan setiap awan gelap di atas kepalaku adalah bukti kesungguhanku saat menggunakan hatiku. 

Itulah mengapa aku bertanya tentang perasaannya setiap hari. 
Terkadang ia akan menyipitkan matanya dan bertanya. 
Tapi jika aku membuka kenyataan di wajahnya, akankah dia memahami? 

Aku menganggap sangat serius perasaan jatuh cinta. 
Jadi begitu menetapkan hatiku, aku akan mencurahkan seluruh hatiku dalam menjalaninya. Kebanyakan orang tidak paham, diam bisa berarti sangat sangat cinta bila kau benar-benar membuka pendengaranmu. 
Tak perlu lambang cinta atau visualisasi apapun tentang merah mudanya hati, Jika benar-benar jatuh cinta, bahkan degupan jantungmu menyuarakannya dengan lantang. 

Aku mendongak menatap wajah itu sekali lagi. 
Mata lembutnya masih menatapku, senyum teduhnya juga masih terangkat untukku, tapi mengapa aku merasa ada sesuatu yang lain membayangi wajahnya?
Apa itu? 
Apakah jika aku bertanya, dia akan menjawabku? 

Aku sedih memikirkan, sinar senja yang menerpa wajahku tak kunjung menepis awan-awan kelabu yang menutupi sekelilingnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar